Pendahuluan : Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penurunan kualitas hidup. World Health Organization (WHO) menyebut hipertensi sebagai silent killer karena sering tidak bergejala namun berdampak serius dalam jangka panjang. Peningkatan prevalensi hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh perubahan fisiologis, seperti penurunan elastisitas pembuluh darah, peningkatan resistensi perifer, serta perubahan regulasi saraf dan hormonal. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang sering menimbulkan efek samping dan masalah kepatuhan minum obat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan deskriptif naratif. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci “hypertension”, “non-pharmacological therapy”, dan “elderly”, serta padanan dalam bahasa Indonesia. Artikel yang dipilih diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 10 jurnal yang relevan. Data diekstraksi dan dianalisis berdasarkan penulis, tahun, desain penelitian, sampel, variabel, instrumen, analisis, serta hasil penelitian. Hasil Penelitian : Hasil tinjauan terhadap 10 jurnal menunjukkan bahwa berbagai terapi non-farmakologis, seperti aktivitas fisik, teknik relaksasi, terapi pijat, hidroterapi, intervensi nutrisi, serta pendekatan psikologis dan spiritual, efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi. Seluruh penelitian melaporkan penurunan tekanan darah yang bermakna tanpa efek samping signifikan, sehingga terapi non-farmakologis dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang aman dan aplikatif dalam praktik keperawatan lansia
Copyrights © 2026