Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk prinsip kesantunan berbahasa apa saja yang terdapat dalam novel Jawa berjudul tumetesing luh karya Any Asmara dengan kajian pragmatik. Kesantunan berbahasa dalam novel Tumetesing Luh penting dikaji karena mencerminkan nilai budaya Jawa dalam membangun hubungan sosial dan emosional antar tokoh. Melalui kajian pragmatik, kesantunan berbahasa membantu mengungkap pesan moral dan sikap etis yang disampaikan pengarang secara implisit. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Jawa berjudul tumetesing luh. Data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Alat penelitian yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu alat utama dan alat bantu. Teknik pengumpulan data dengan metode simak dan teknik lanjutan catat. Validitas data penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber data. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan metode padan dan metode distribusional (metode agih) untuk menemukan kaidah dalam tahap analisis. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode deskriptif, berdasarkan pada fenomena dan fakta yang secara empiris ditemui dalam pengumpulan data. Penelitian ini menghasilkan kesantunan berbahasa apa saja yang terdapat dalam novel Jawa berjudul tumetesing luh dengan kajian pragmatik. Dalam penelitian ini bentuk penggunaan prinsip kesantunan berbahasa menggunakan maksim kebijaksanaan seperti bagaimana tuturan bijaksananya seorang perempuan yang tersakiti, maksim kedermawanan seperti bagaimana peserta tutur diharapkan dapat menghormati orang lain, penghormatan terjadi apabila orang dapat mengurangi keuntungan bagi dirinya sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi pihak lain. Maksim pujian seperti terlihat pada penggunaan tuturan memuji kecantikan seseorang dengan cara terang-terangan, maksim kerendahan hati terlihat pada penggunaan tuturan merendahkan dirinya sendiri, merasa dirinya biasa saja dan tidak menampakkan bahwa dirinya adalah seorang yang sangat cantik dan diidam-idamkan banyak lelaki. Maksim kesepakatan terlihat pada penggunaan tuturan mengiyakan pernyataan lawan bicara tanpa memotong pembicaraan dan maksim kesimpatian terlihat pada penggunaan tuturan kepedulian terhadap sesama perempuan. Penelitian kesantunan berbahasa daam novel Jawa berjudul Tumetesing Luh akan diterbitkan dalam journal of innovative and creativity (JOECY) Universitas Tuanku Tambusai yang mana jurnal tersebut sudah terindex sinta-5.
Copyrights © 2026