Kesiapan rumah sakit daerah dalam menghadapi situasi darurat kesehatan masyarakat merupakan komponen penting dalam sistem ketahanan kesehatan nasional. Situasi seperti wabah penyakit menular, bencana alam, dan kejadian luar biasa dapat menimbulkan lonjakan pasien yang membutuhkan pelayanan cepat dan terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan rumah sakit daerah dalam menangani kasus darurat kesehatan masyarakat berdasarkan aspek sumber daya manusia, fasilitas dan infrastruktur, sistem komunikasi dan koordinasi, serta ketersediaan standar operasional prosedur (SOP). Penelitian ini menggunakan desain descriptive analytic dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 80 responden yang terdiri dari tenaga kesehatan, pimpinan unit, serta petugas kedaruratan dari tiga rumah sakit daerah. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang mencakup 4 domain kesiapan: (1) SDM, (2) sarana-prasarana, (3) manajemen komunikasi, dan (4) implementasi SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan rumah sakit berada pada kategori “cukup siap” (skor rata-rata 73,5%). Namun, ditemukan beberapa aspek yang masih kurang optimal, seperti keterbatasan alat pelindung diri (APD), kurangnya pelatihan penanganan kejadian luar biasa, serta koordinasi lintas sektor yang belum berjalan efektif. Kesimpulan penelitian mengindikasikan bahwa meskipun secara umum rumah sakit daerah cukup siap dalam penanganan darurat kesehatan masyarakat, masih diperlukan peningkatan kapasitas SDM, pembaruan infrastruktur kritis, serta penguatan sistem respons cepat. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan berkala, penyediaan stok logistik darurat, dan peningkatan integrasi sistem informasi antar lembaga
Copyrights © 2026