Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Luka diabetik atau diabetic foot ulcer (DFU) menjadi komplikasi serius yang memerlukan kepatuhan tinggi terhadap protokol perawatan. Keterlibatan keluarga sebagai caregiver informal berpotensi meningkatkan kepatuhan pasien, namun penelitian terkait masih terbatas di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi keluarga terstruktur dalam meningkatkan kepatuhan perawatan luka pada penderita DM tipe 2. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test with control group dilakukan di Puskesmas Medan Johor periode Januari-Juni 2026. Total 140 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (n=70) yang mendapat edukasi keluarga terstruktur selama 4 sesi dan kelompok kontrol (n=70) yang mendapat perawatan standar. Instrumen yang digunakan adalah Diabetic Foot Ulcer Self-Care Adherence Scale (20 item, α=0,89). Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan SPSS 26.0. Hasil: Karakteristik responden homogen pada kedua kelompok (p>0,05). Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan skor kepatuhan yang sangat signifikan dari 52,3±8,4 menjadi 79,6±7,2 (Δ=27,3 poin), sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 51,8±8,1 menjadi 58,4±7,8 (Δ=6,6 poin). Terdapat perbedaan bermakna delta score antara kedua kelompok (p=0,000) dengan effect size yang besar (Cohen’s d=4,32). Simpulan: Program edukasi keluarga terstruktur efektif dalam meningkatkan kepatuhan perawatan luka pada penderita DM tipe 2, dengan dampak yang sangat besar secara klinis. Program ini dapat diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan primer sebagai strategi preventif untuk menurunkan komplikasi luka diabetik.
Copyrights © 2026