Berdasarkan studi di pasar Jongke, ditemukan bahwa pasar tersebut belum memenuhi standar Universal Design sesuai peraturan Menteri PUPR No. 14 tahun 2017. Perancangan ini bertujuan untuk meredesain pasar Jongke agar inklusif bagi semua golongan dengan pendekatan arsitektur Universal Design. Metode yang digunakan adalah deskriptif yaitu mengamati dan mendeskripsikan fenomena di lokasi penelitian secara kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder melalui studi literasi jurnal dan buku. Prosedur perancangan dimulai dari tahapan analisis perancangan, tahapan konsep perancangan, tahapan transformasi bentuk, dan tahapan desain. Hasil dari perancangan ini mencakup (1) kesetaraan penggunaan ruang, (2) keselamatan dan keamanan bagi semua, (3) kemudahan akses tanpa hambatan, (4) kemudahan akses informasi, (5) kemandirian penggunaan ruang, (6) efisiensi upaya pengguna, dan (7) kesesuaian ukuran dan ruang. Yang tercermin pada desain seperti fasilitas ramp, travelator, guiding block, papan penunjuk braille, toilet disabilitas, dan sirkulasi pada lorong pasar.
Copyrights © 2025