Peningkatan kualitas pendidikan jasmani di sekolah sangat bergantung pada ketersediaan dan keandalan sarana olahraga yang memadai. Namun, dalam praktiknya banyak sekolah menghadapi kendala berupa sarana yang rusak, tidak terpelihara, atau kurang digunakan secara optimal. Salah satu komponen kunci dalam menjaga keandalan fasilitas tersebut adalah Kepala Tata Usaha (KTU), yang memiliki tanggung jawab dalam perencanaan, pengelolaan, dan koordinasi operasional. Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memahami sejauh mana peranan KTU dalam menjaga mutu sarana olahraga, serta hambatan apa saja yang perlu diatasi guna meningkatkan efektivitas manajemen fasilitas di lingkungan sekolah dasar negeri. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan metode studi lapangan di sebuah sekolah dasar negeri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan KTU, guru olahraga, dan kepala sekolah; serta observasi kondisi sarana olahraga dan dokumen pengelolaan fasilitas. Analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTU memegang peran strategis dalam: (1) merancang perencanaan pemeliharaan sarana olahraga secara berkala, (2) mengelola anggaran perbaikan dan pembaruan fasilitas, (3) mengawasi penggunaan dan kondisi sarana, serta (4) berkoordinasi dengan pihak sekolah, komite, dan pihak eksternal untuk pelaksanaan pemeliharaan. Namun, di lapangan terdapat sejumlah kendala signifikan, yaitu: (a) keterbatasan anggaran khusus sarana olahraga, (b) rendahnya kesadaran warga sekolah—guru dan siswa—terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas, serta (c) minimnya pelatihan manajerial bagi KTU guna meningkatkan keterampilan pengelolaan aset dan komunikasi stakeholder. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas manajemen KTU melalui pelatihan khusus, peningkatan partisipasi seluruh warga sekolah dalam program pemeliharaan sarana, serta alokasi anggaran yang lebih baik dan terstruktur. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan, keberlanjutan, dan pemanfaatan fasilitas olahraga secara optimal di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2025