Penelitian ini mengkaji efektivitas edukasi inklusif berbasis komunitas sebagai upaya menurunkan stigma terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di lingkungan pedesaan, dengan fokus pada kondisi tunagrahita, tunalaras, dan ADHD. Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan niat perilaku warga; memahami mekanisme pergeseran norma sosial melalui interaksi sosial; serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas intervensi di tingkat akar rumput. Menggunakan desain metode campuran (mixed methods), penelitian ini melibatkan 15 peserta dalam sesi sosialisasi di sebuah desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (baseline dan pasca-intervensi), wawancara semi-struktural, serta observasi partisipatif. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif melalui uji perbedaan pretest-posttest, sementara data kualitatif diolah menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan literasi disabilitas, penurunan pelabelan negatif (stigma), dan pergeseran norma sosial menuju nilai empati serta inklusivitas. Mekanisme perubahan ini dipicu oleh pemaparan karakteristik kondisi secara biologis dan psikologis yang dipadukan dengan praktik empati yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model edukasi berbasis komunitas memberikan kontribusi teoretis bagi literasi disabilitas dan praktis sebagai model intervensi yang dapat direplikasi untuk meningkatkan partisipasi sosial ABK di wilayah pedesaan lainnya.
Copyrights © 2025