Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menepis Stigma, Merangkul Asa : Edukasi Inklusif Di Wedoro Anom Sigit Tri Atmaja Priya Hutama; Vivi Ita Irmawati; Ahyan Mujahidittauhid; Siti Maizul Habibah
Master Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/padimaya.v12.290

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas edukasi inklusif berbasis komunitas sebagai upaya menurunkan stigma terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di lingkungan pedesaan, dengan fokus pada kondisi tunagrahita, tunalaras, dan ADHD. Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan niat perilaku warga; memahami mekanisme pergeseran norma sosial melalui interaksi sosial; serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas intervensi di tingkat akar rumput. Menggunakan desain metode campuran (mixed methods), penelitian ini melibatkan 15 peserta dalam sesi sosialisasi di sebuah desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (baseline dan pasca-intervensi), wawancara semi-struktural, serta observasi partisipatif. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif melalui uji perbedaan pretest-posttest, sementara data kualitatif diolah menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan literasi disabilitas, penurunan pelabelan negatif (stigma), dan pergeseran norma sosial menuju nilai empati serta inklusivitas. Mekanisme perubahan ini dipicu oleh pemaparan karakteristik kondisi secara biologis dan psikologis yang dipadukan dengan praktik empati yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model edukasi berbasis komunitas memberikan kontribusi teoretis bagi literasi disabilitas dan praktis sebagai model intervensi yang dapat direplikasi untuk meningkatkan partisipasi sosial ABK di wilayah pedesaan lainnya.
Integrasi Project-Based Learning dan Life Skills untuk Membentuk Karakter Mandiri Anak Autis Vivi Ita Irmawati; Oksiana Jatiningsih
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8451

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Project-Based Learning (PjBL) dan life skills dalam membentuk karakter mandiri anak autis di Sekolah Luar Biasa (SLB). Permasalahan penelitian berfokus pada rendahnya kemampuan kemandirian siswa autis dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PjBL dan life skills mampu meningkatkan keterampilan hidup sehari-hari, tanggung jawab, kemampuan sosial, dan rasa percaya diri siswa. Pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan peserta didik sehingga mempermudah proses pembentukan karakter mandiri. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model integratif PjBL dan life skills efektif diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk mendukung perkembangan kemandirian anak autis secara bertahap dan berkelanjutan.
Teori Fungsionalisme Dalam Kajian Sosiologi: Konsep, Perkembangan, dan Relevansinya Dalam Kehidupan Masyarakat Modern Vivi Ita Irmawati; Oksiana Jatiningsih; Sarmini
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8626

Abstract

Teori fungsionalisme merupakan salah satu perspektif utama dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai keseimbangan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar teori fungsionalisme, perkembangan pemikirannya, tokoh-tokoh utama yang berkontribusi terhadap teori tersebut, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori fungsionalisme memberikan pemahaman mengenai bagaimana institusi sosial seperti keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, dan politik berperan dalam menjaga stabilitas masyarakat. Meskipun mendapat kritik karena dianggap terlalu menekankan keteraturan dan mengabaikan konflik sosial, teori fungsionalisme tetap memiliki kontribusi penting dalam memahami dinamika sosial kontemporer. Oleh karena itu, teori ini masih relevan digunakan sebagai kerangka analisis dalam berbagai kajian sosial dan pendidikan.
Ketahanan Nasional di Persimpangan Jalan: Antara Ketergantungan Global dan Kemandirian Bangsa Moh Rosul; Sulistyaningati Purwandari; Vivi Ita Irmawati; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8226

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Ketahanan Nasional Indonesia yang berada di persimpangan antara tuntutan integrasi ekonomi global dan cita-cita kemandirian bangsa yang berdaulat. Di tengah fluktuasi geopolitik abad ke-21, ketergantungan global telah menjadi realitas struktural yang berpotensi mengikis otonomi strategis negara. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkini tahun 2026 untuk membedah pergeseran paradigma ancaman dari konvensional menjadi hibrida dan asimetris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nasional yang hakiki tidak lagi hanya diukur melalui pertumbuhan PDB, melainkan melalui pembentukan "Otonomi Strategis" dan "Imunitas Nasional". Pilar utama kemandirian ini bertumpu pada tiga sektor krusial: kedaulatan digital melalui perlindungan data nasional, kemandirian pangan melalui penguatan sektor hulu, serta ketahanan energi melalui diversifikasi energi terbarukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian bukanlah langkah menuju isolasionisme, melainkan strategi untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power) Indonesia di kancah internasional. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan dalam negeri yang solid dan diplomasi luar negeri yang adaptif, guna menciptakan ekosistem domestik yang tangguh dalam menghadapi guncangan eksternal dan penetrasi kepentingan asing.