Mie Instan merupakan makanan cepat saji yang digemari remaja karena praktis, murah dan memiliki cita rasa yang sesuai dengan preferensi remaja. Kandungan lemak jenuh, natrium, serta bahan tambahan pangan pada mie instan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang dapat beresiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi olahan mie instan terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja di kota Semarang. Metode Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 30 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling dengan kriteria usia 13-18 tahun, Informasi mengenai konsumsi mie instan diperoleh dari jawaban peserta dari pertanyaan tentang frekuensi rata-rata konsumsi mie instan dalam satu minggu. Hasil Analisa statistik uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,558 dengan nilai signifikansi (p) = 0,001. Nilai koefisien tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kebiasaan konsumsi mie instan dengan kadar kolesterol. Artinya, semakin tinggi frekuensi konsumsi mie instan pada remaja, maka semakin tinggi pula kadar kolesterol pada remaja. Kesimpulan Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi olahan mie instan terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja di kota Semarang.
Copyrights © 2026