Guru merupakan salah satu pengguna suara di tempat kerja yang memiliki risiko tinggi mengalami permasalahan suara. Studi terdahulu menunjukkan bahwa prevalensi gangguan suara pada guru mencapai 57,7% jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok non-guru yang hanya 28,8%. Gangguan suara yang bersifat multifaktoral dapat menghambat komunikasi guru dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kualitas suara pada guru SD dan guru SLB di Surakarta berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, dan durasi mengajar. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif komparatif, dan desain cross sectional. Menggunakan teknik purposive sampling, sehingga melibatkan 129 responden (n = 129), terdiri dari 77 guru SD dan 52 guru SLB. Hasil uji mann whitney dan uji Spearmann rank correlation menunjukkan nilai (p = 0,100) sehingga tidak terdapat perbandingan diantara kedua kelompok, dengan rata-rata skor VHI guru SLB (1,13) lebih tinggi dibandingkan guru SD (1,05). Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, dan durasi mengajar dengan kualitas suara guru dengan nilai (p = 0,05).
Copyrights © 2026