Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi dan risiko komplikasi serius, sehingga diperlukan terapi alternatif yang aman dan efektif. Tanaman benalu (Loranthaceae) mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas antidiabetes benalu dari berbagai tanaman inang melalui systematic review. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan pada 2013–2023. Studi in vivo dan in vitro yang melaporkan aktivitas antidiabetes benalu dengan identifikasi inang yang jelas diinklusi, sedangkan artikel tanpa data kuantitatif dikecualikan. Sebanyak 12 studi dianalisis, meliputi benalu pada inang kersen (4 studi), duku (3), kelor (1), rambutan (1), kayu jawa (1), mangga (1), dan Sebastiania bonplandiana (1). Aktivitas antidiabetes ditunjukkan melalui penurunan kadar glukosa darah 23–56,52%, inhibisi enzim α-glukosidase dan α-amilase (IC₅₀ 57,29–92 ppm), serta penurunan marker stres oksidatif dan inflamasi. Disimpulkan bahwa aktivitas antidiabetes benalu bersifat inang spesifik, dengan benalu dari inang duku, kersen, dan S. bonplandiana menunjukkan efektivitas paling konsisten dan berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka.
Copyrights © 2026