p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Made Dian Prima Dewi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Senyawa Fitokimia Benalu dari Berbagai Tanaman Inang Sebagai Agen Antidiabetes : Suatu Systematic Review Ni Kadek Melani; Ni Putu Dewi Sri Wahyuni; Made Dian Prima Dewi; Aquila Nadia Tsany Ayunda; Ritchie Soedjono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54152

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi dan risiko komplikasi serius, sehingga diperlukan terapi alternatif yang aman dan efektif. Tanaman benalu (Loranthaceae) mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas antidiabetes benalu dari berbagai tanaman inang melalui systematic review. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan pada 2013–2023. Studi in vivo dan in vitro yang melaporkan aktivitas antidiabetes benalu dengan identifikasi inang yang jelas diinklusi, sedangkan artikel tanpa data kuantitatif dikecualikan. Sebanyak 12 studi dianalisis, meliputi benalu pada inang kersen (4 studi), duku (3), kelor (1), rambutan (1), kayu jawa (1), mangga (1), dan Sebastiania bonplandiana (1). Aktivitas antidiabetes ditunjukkan melalui penurunan kadar glukosa darah 23–56,52%, inhibisi enzim α-glukosidase dan α-amilase (IC₅₀ 57,29–92 ppm), serta penurunan marker stres oksidatif dan inflamasi. Disimpulkan bahwa aktivitas antidiabetes benalu bersifat inang spesifik, dengan benalu dari inang duku, kersen, dan S. bonplandiana menunjukkan efektivitas paling konsisten dan berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka.
Potensi Tanaman Obat Ayurveda sebagai Agen Neuroprotektif dalam Pencegahan Post-Stroke Cognitive Impairment: Sebuah Systematic Narrative Review Made Dian Prima Dewi; Luh Putu Lina Kamelia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60017

Abstract

Latar Belakang: Post-stroke cognitive impairment (PSCI) merupakan komplikasi kronik yang memengaruhi 20–80% penyintas stroke dan menjadi beban kesehatan global yang signifikan. Kerusakan oksidatif, neuroinflammasi, eksitotoksisitas, dan apoptosis neuronal adalah mekanisme patofisiologis utama PSCI. Namun, pilihan farmakologis konvensional masih sangat terbatas. Tujuan: Mengkaji secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai mekanisme neuroprotektif dari lima tanaman obat Ayurveda, di antaranya Bacopa monnieri, Withania somnifera, Centella asiatica, Curcuma longa, dan Convolvulus pluricaulis, serta relevansinya dalam pencegahan PSCI. Metode: Penelusuran literatur sistematis dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, Google Scholar, dan Cochrane Library (2004–2024) dengan strategi pencarian PICO. Dari 1.247 artikel teridentifikasi, 87 studi memenuhi kriteria inklusi. Kualitas dinilai dengan Modified Jadad Scale, SYRCLE Risk of Bias Tool, dan CASP Checklist. Hasil: Dari 87 studi (12 RCT, 49 hewan, 26 in vitro), kelima tanaman menunjukkan aktivitas neuroprotektif konsisten melalui: modulasi Nrf2/HO-1, inhibisi NF-κB, peningkatan BDNF/NGF, penghambatan apoptosis Bcl-2/Bax/Kaspase-3, dan perbaikan transmisi kolinergik. Bacopa monnieri dan Withania somnifera mencapai Level B (Kemungkinan Efektif) berdasarkan klasifikasi AAN. Simpulan: Tanaman obat Ayurveda memiliki potensi sebagai agen neuroprotektif multitarget yang relevan dengan patofisiologi PSCI. Diperlukan RCT berskala besar pada populasi pasca-stroke untuk mengonfirmasi efektivitas klinis dan keamanan jangka panjang.