Jurnal Ners
Vol. 10 No. 2 (2026)

Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda

Erika Hamdana (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda)
Herni Johan (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda)
M. Ardan (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda)



Article Info

Publish Date
16 Feb 2026

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ners

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing

Description

Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer ...