Penelitian ini menganalisis pengaruh suku bunga (BI Rate) dan inflasi (IHK) terhadap volatilitas saham dari tiga sektor berbeda di BEI: perbankan (BBCA), rokok (WIIM), dan ritel elektronik (ECII). Menggunakan model GARCH(1,1) dan GARCH-X, studi ini mengukur risiko investasi melalui volatilitas kondisional. Hasilnya menunjukkan pola risiko yang berbeda: BBCA sangat persisten namun stabil (β=0,9805), WIIM lebih acak dan dipengaruhi faktor non-makro, sedangkan ECII memiliki volatilitas dan fat-tailed risk tertinggi. Model GARCH-X mengungkapkan bahwa kenaikan inflasi dan suku bunga secara positif meningkatkan volatilitas ketiga saham, meski pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini menyimpulkan bahwa sensitivitas risiko terhadap faktor makro bersifat heterogen dan bergantung pada karakteristik sektor. Implikasi penelitian bermanfaat untuk strategi diversifikasi portofolio dan pertimbangan kebijakan moneter.
Copyrights © 2026