Selama satu dekade terakhir (2015 – 2024) persentase lansia Indonesia mengalami peningkatan hampir 4 persen, dari 8 persen sehingga menjadi 12 persen atau sekitar 29 juta penduduk. Meningkatnya jumlah populasi lansia tersebut, Indonesia perlu berupaya menjaga kesehatan lansia agar mereka tetap sehat, aktif dan bahagia. Salah satu upaya tersebut dengan melakukan olahraga. Perubahan yang terjadi pada lansia tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga terdapat perubahan psikologis. Terganggunya kesehatan mental adalah salah satu dampak negatif yang dirasakan. Masalah kesehatan mental dapat menyebabkan dampak yang besar bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan olahraga dengan kesehatan mental pada lansia. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 94 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan frekuensi kebiasaan olahraga lansia didominasi oleh kategori buruk sebanyak 61 orang (65%). Kesehatan mental lansia didominasi oleh kategori terganggu sebanyak 52 orang (55%) dan jenis olahraga yang paling diminati adalah jalan santai sebanyak 25 orang (27%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value kebiasaan olahraga 0,000 < 0,05 dan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga dengan kesehatan mental pada lansia.
Copyrights © 2026