Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PUSKESMAS LAMPASEH BANDA ACEH TAHUN 2023 Zahra, Salsabila Hilmza; Zuheri, Zuheri Zuheri; Safirza, Satria
Jurnal Sains Riset Vol 13, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v13i2.1798

Abstract

Imunisasi pada bayi merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan mereka dari penyakit menular yang berbahaya dan mencegah komplikasi serius. Pengetahuan ibu tentang imunisasi lengkap pada bayi memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak. Imunisasi adalah suatu langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit menular berbahaya yang dapat mengancam kehidupan bayi. Melalui vaksinasi yang tepat waktu, bayi dapat membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga dapat melawan infeksi dan menghindari risiko komplikasi serius yang mungkin terjadi pada usia yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar bayi. Penelitian ini menggunakan uji chi square yang digunakan untuk melihat hubungan antar dua vairabel. Sampel pada penelitian berjumlah 126 responden. Hasil yang diperoleh penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi 53,2% mempunyai kategori baik, kelengkapan imunisasi pada bayi 55,6% lengkap, dan hasil uji hubungan menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap kelengkapan imunisasi pada bayi. Kata kunci: Imunisasi, Pengetahuan Ibu, Kelengkapan imunisasi
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kejadian Anemia Dalam Kehamilan Di Puskesmas Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh Salsabila, Salsabila; Safirza, Satria; Gani, Shella Widya
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.17675

Abstract

Anemia dalam kehamilan terjadi ketika kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, serta kurang dari 10,5 g/dL pada trimester kedua. Secara global, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 41,8%. Di Indonesia, angka tersebut meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian anemia adalah tingkat pengetahuan ibu hamil; semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin baik pula upaya pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia di Puskesmas Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 79 ibu hamil sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia (nilai p < 0,01). Sebanyak 41 responden (51,9%) memiliki pengetahuan yang baik, dan mayoritas (52 orang atau 65,8%) tidak mengalami anemia. Ibu hamil usia >35 tahun yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 4 orang (57,1%), dan seluruh ibu dengan pendidikan terakhir S2 memiliki pengetahuan baik (3 orang, 100%). Sebagian besar ibu bekerja juga memiliki pengetahuan baik (18 orang, 69,2%). Sumber informasi yang paling umum disebutkan adalah buku kesehatan (2 orang, 100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dan kejadian anemia. Ibu dengan pengetahuan yang baik cenderung tidak mengalami anemia.
Karakteristik Pasien dan Pola Penatalaksanaan Pasien Urolitiasis di RSUD Meuraxa Banda Aceh Safirza, Satria; Reza, M.; Mustaqim, M. Hendro; Bastian, Farid
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/gczzgj84

Abstract

Urolithiasis is a condition characterized by the formation of crystalline stones that precipitate from urine within the urinary tract; these stones can be located in the kidneys, ureters, bladder, or urethra. Various factors such as age, gender, and stone location can influence the characteristics of the condition, while the chosen management approach affects how it is treated. This study aimed to determine the characteristics of urolithiasis patients specifically regarding age, gender, stone location, and treatment at Meuraxa Hospital in Banda Aceh City. A quantitative descriptive method with a cross-sectional approach was employed, utilizing secondary data from 235 patient medical records. Data were analyzed using univariate analysis and presented as frequency distributions and percentages. The findings indicate that the largest age group among urolithiasis patients was the 36–45 age range, comprising 60 individuals (25.5%). Regarding gender, the majority of patients were male, totaling 157 individuals (66.8%). In terms of stone location, the most common site was the kidney, affecting 116 individuals (49.4%). Regarding treatment, the most common intervention was surgery, performed on a total of 150 patients (63.8%).