Pendidikan abad 21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan yang lebih kompleks, meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Salah satu fondasi penting dalam pengembangan keterampilan tersebut adalah minat baca dan literasi digital. Minat baca yang tinggi menjadi pintu masuk terhadap penguasaan ilmu pengetahuan, sementara literasi digital memungkinkan peserta didik memanfaatkan teknologi untuk mengakses, mengevaluasi, dan mengolah informasi secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi minat baca dan literasi digital dalam pendidikan abad 21, tantangan implementasinya, serta peluang yang dapat dimanfaatkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya minat baca di Indonesia masih menjadi persoalan utama, ditambah dengan kesenjangan digital dan keterbatasan infrastruktur. Namun, literasi digital juga menghadirkan peluang besar dalam memperluas akses pendidikan dan menumbuhkan keterampilan abad 21. Oleh karena itu, penguatan minat baca yang terintegrasi dengan literasi digital menjadi strategi penting untuk membentuk generasi cerdas, kritis, dan adaptif.
Copyrights © 2026