Nasionalisme generasi muda Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Ruang digital kini menjadi arena baru bagi interaksi sosial yang tidak jarang menimbulkan disinformasi, polarisasi, dan pergeseran nilai kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan nasionalisme generasi muda melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan mengintegrasikan literasi digital, pedagogi berbasis nilai, serta ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kajian literatur naratif terhadap artikel ilmiah terindeks nasional maupun internasional periode 2015–2025, termasuk karya Casmana et al. (2022), Sari Pujiono (2019), serta beberapa penelitian lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan lima strategi utama: (1) pedagogi bernilai yang mengintegrasikan Pancasila dalam pembelajaran, (2) habituasi ritual kewargaan, (3) proyek kewargaan berbasis Profil Pelajar Pancasila, (4) kemitraan sekolah, keluarga, dan komunitas, serta (5) literasi kewargaan digital kritis. Temuan ini menegaskan pentingnya model ekosistemik yang menempatkan sekolah sebagai pusat, tetapi tetap terhubung dengan ruang digital dan masyarakat luas. Kesimpulannya, penguatan nasionalisme di era digital harus berbasis kolaborasi lintas aktor dengan dukungan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026