Grup WhatsApp keluarga merupakan ruang digital privat yang memiliki peran strategis dalam peredaran informasi sosial keagamaan dan politik di Indonesia Berbeda dengan ruang publik digital ruang keluarga diikat oleh relasi emosional hierarki antargenerasi dan nilai budaya yang kuat sehingga proses verifikasi informasi sering kali tidak berjalan secara terbuka Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mahasiswa Muslim memaknai dan mempraktikkan tabayyun dalam menghadapi informasi meragukan di grup WhatsApp keluarga serta bagaimana relasi kuasa dan emosi memengaruhi keputusan mereka untuk bersikap diam melakukan verifikasi personal atau melakukan klarifikasi terbuka Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital netnografi ringan melalui observasi digital terbatas dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Makassar yang aktif di grup WhatsApp keluarga Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis untuk mengidentifikasi pola praktik tabayyun dan dinamika etika informasi dalam ruang privat keluarga Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tabayyun mahasiswa lebih banyak dilakukan secara individual dan diam bukan sebagai tindakan korektif kolektif di ruang grup Keputusan untuk meluruskan informasi dipengaruhi oleh sensitivitas isu relasi kuasa keluarga serta pertimbangan emosional seperti rasa sungkan dan takut menyinggung orang tua Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara kesadaran normatif tabayyun sebagai prinsip etika Islam dan praktik aktual bermedia di ruang keluarga
Copyrights © 2026