Abstrac Artikel ini membahas integrasi nilai-nilai hadits dengan teori manajemen Barat dalam konteks kepemimpinan pendidikan. Manajemen Barat, yang berfokus pada efisiensi dan inovasi, sering kali mengabaikan dimensi etika dan spiritual. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai hadits, seperti amanah, keadilan, dan kasih sayang, dapat memperkaya teori manajemen Barat dengan aspek moral dan sosial yang lebih holistik. Amanah menjadi landasan dalam perencanaan pendidikan, yang mendorong pemimpin untuk memastikan setiap kebijakan dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas. Keadilan dalam pengambilan keputusan memastikan bahwa semua pihak diperlakukan secara setara, menciptakan iklim kerja yang sehat dan mengurangi konflik. Selain itu, nilai kasih sayang dan empati dalam kepemimpinan pendidikan memperkuat hubungan antar pemimpin, guru, dan siswa, serta meningkatkan motivasi kerja dan pengembangan profesional. Praktik pengorganisasian partisipatif dan evaluasi yang adil memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam mencapai tujuan bersama, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Integrasi nilai-nilai hadits dalam manajemen pendidikan dapat menghasilkan kepemimpinan yang lebih bermoral, adil, dan inspiratif, serta memperkuat keberlanjutan lembaga pendidikan di masa depan.
Copyrights © 2026