Siswa kelas X di SMKN (SMK) berada pada tahap awal remaja, yang ditandai dengan periode transisi dan tuntutan yang kompleks untuk penyesuaian intelektual, sosial, dan emosional. Karena keadaan ini, siswa harus memiliki kemampuan ketahanan yang cukup untuk menghadapi berbagai tekanan selama periode adaptasi sekolah awal. Self efficacy adalah salah satu elemen yang berkontribusi pada pembentukan resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana self efficacy mempengaruhi resiliensi pada siswa kelas X di SMKN 71 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode korelasional bersamaan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 213 siswa kelas X dari SMKN 71 Jakarta. Sampel sebanyak 138 siswa dipilih dengan menggunakan pendekatan pengambilan sampel acak stratified proporsional dan pengambilan sampel probabilitas. Skala self efficacy yang diambil dari General Self-Efficacy Scale (GSES) dan skala ketahanan yang diambil dari Connor Davidson-Resilience Scale (CD-RISC) digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan bantuan Jeffrey's Amazing Statistics Program (JASP), analisis jalur digunakan untuk menganalisis data. Dengan nilai dampak estimasi sebesar 0,470 dan nilai signifikansi p < 0,001, temuan penelitian menunjukkan bahwa self efficacy secara signifikan dan positif mempengaruhi resiliensi. Hasil ini menunjukkan bahwa resiliensi siswa dalam mengatasi hambatan sosial dan akademik di lingkungan sekolah menengah kejuruan meningkat seiring dengan tingkat self efficacy mereka.
Copyrights © 2026