Pertumbuhan industri kopi di Indonesia mendorong pelaku usaha untuk melakukan strategi reposisi produk guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan merancang desain kemasan produk bubuk kopi dari Vosco Coffee di Kota Malang sebagai upaya pengembangan target pasar dari segmen menengah ke atas menuju pasar menengah ke bawah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis identitas visual merek, yang kemudian dipadukan dengan pendekatan Design Thinking meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan utama terletak pada perancangan kemasan yang mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan target market tanpa menghilangkan identitas merek. Konsep desain diarahkan pada visual vernakular khas Malang dengan nuansa retro atau jadul yang komunikatif, menggunakan ilustrasi ekspresif, tipografi dekoratif, serta warna kontras yang merepresentasikan karakter lokal. Pendekatan ini menghasilkan desain kemasan yang lebih membumi, mudah diterima, serta mampu membangun diferensiasi di tengah persaingan pasar. Dengan demikian, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang strategis dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat positioning merek.
Copyrights © 2026