Peningkatan produktivitas akuakultur menuntut sistem pengelolaan kualitas air yang lebih adaptif, akurat, dan berbasis teknologi. Fluktuasi parameter kualitas air seperti suhu, pH, dissolved oxygen (DO), dan amonia sering menjadi penyebab utama stres lingkungan dan penurunan hasil budidaya tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model konseptual monitoring dan pengendalian kualitas air tambak menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC) berbasis Internet of Things (IoT) melalui metode studi literatur. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai penelitian terkini terkait integrasi sistem sensor IoT dan metode inferensi fuzzy dalam manajemen kualitas air akuakultur. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa sistem IoT memungkinkan pemantauan parameter air secara real-time dan berkelanjutan, sedangkan FLC mampu mengolah data yang bersifat dinamis dan tidak pasti menjadi keputusan pengendalian yang adaptif melalui aturan berbasis linguistik. Integrasi kedua teknologi tersebut terbukti meningkatkan stabilitas kualitas air, mempercepat respons terhadap perubahan kondisi lingkungan, serta mendukung efisiensi operasional tambak. Selain itu, penggunaan sensor berbiaya rendah yang terintegrasi dengan sistem kontrol cerdas membuka peluang implementasi pada tambak skala kecil dan menengah. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa sintesis komprehensif model monitoring dan pengendalian berbasis IoT-FLC serta kontribusi praktis dalam mendukung pengembangan precision aquaculture yang berkelanjutan
Copyrights © 2026