Kemampuan penalaran matematika merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran. Pendekatan problem solving dapat memfasilitasi pengembangannya melalui keterlibatan aktif siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa melalui pendekatan problem solving pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan tiga siswa kelas VII yang mewakili masing-masing kategori, ditentukan berdasarkan hasil belajar dan wawancara guru. Data dikumpulkan melalui Tes Pemecahan Masalah dan wawancara. Hasil menunjukkan siswa kategori tinggi dan sedang berada pada kategori baik dengan skor 13 dan 12, mampu memenuhi empat indikator penalaran (menganalisis situasi, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan secara sistematis, dan menarik kesimpulan logis), meskipun terdapat perbedaan pada indikator kesimpulan. Siswa kategori rendah berada pada kategori cukup dengan skor 7; mampu menganalisis situasi, tetapi belum tepat merencanakan penyelesaian sehingga kesimpulan belum benar. Simpulannya, pendekatan problem solving mampu menggambarkan perbedaan kemampuan penalaran matematika siswa serta mendukung pengembangannya sesuai karakteristik masing-masing.
Copyrights © 2026