Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang 61% PDB (senilai Rp9.300 triliun) dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, hingga Agustus 2024, hanya 27 juta UMKM yang mengadopsi teknologi digital, padahal pemerintah menargetkan 30 juta UMKM pada akhir tahun yang sama. Di Desa Tungkal 1 terletak di Kabupaten Tanjung jabung barat,Provinsi Jambi, UMKM bergerak di sektor perdagangan, kuliner, jasa, dan pengolahan hasil laut dengan produk unggulan seperti kerupuk ikan, kopi Liberika, serta jasa perbaikan elektronik. Sayangnya, mayoritas UMKM masih bergantung pada pemasaran tradisional (penjualan langsung dan mulut ke mulut) yang membatasi jangkauan pasar. Rendahnya adopsi pemasaran digital disebabkan oleh minimnya pemahaman pelaku UMKM tentang penggunaan platform digital, strategi konten, dan kesadaran akan potensi perluasan pasar. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pelatihan pemasaran digital dirancang guna meningkatkan kapasitas UMKM dalam pembuatan konten, pemanfaatan media sosial (Instagram, Facebook, TikTok), dan penggunaan e-commerce (Shopee, Tokopedia). Melalui pendampingan ini, diharapkan UMKM Desa Tungkal 1 dapat bertransformasi secara digital, memperluas jaringan pemasaran hingga tingkat nasional, serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM pedesaan berbasis teknologi di era digital.
Copyrights © 2025