The low level of students' understanding of the diversity of Indonesian society due to the suboptimal integration of local culture in Pancasila Education subjects is the background to the urgency of this research. This study aims to evaluate the effectiveness of the ethnopedagogy approach as a strategy for integrating local culture in Pancasila Education learning. The research method uses a quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design, involving two seventh grade classes at SMP Negeri 18 Palembang as the experimental and control groups. The data collection process was carried out through pretest and posttest instruments whose validity and reliability were tested, then analyzed using prerequisite tests and the Mann–Whitney U Test hypothesis test. The results of the quantitative data analysis showed a significant increase, where the experimental class with the ethnopedagogy approach experienced an average increase in scores from 60.41 to 83.88 or 38.85%, higher than the control class using conventional methods with an increase from 54.02 to 74.16 or 37.28%. Statistical tests confirmed a significant difference in learning outcomes between the two groups. The main conclusion of this study confirms that the ethnopedagogical approach has proven effective in improving students' understanding and successfully integrating local cultural values contextually in Pancasila Education learning, so it is recommended as a relevant pedagogical innovation. ABSTRAK Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap keberagaman masyarakat Indonesia akibat belum optimalnya pengintegrasian budaya lokal dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi latar belakang urgensi penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan etnopedagogi sebagai strategi pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design, melibatkan dua kelas VII di SMP Negeri 18 Palembang sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Proses pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pretest dan posttest yang teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis Mann–Whitney U Test. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan, di mana kelas eksperimen dengan pendekatan etnopedagogi mengalami kenaikan rata-rata nilai dari 60,41 menjadi 83,88 atau sebesar 38,85%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dengan kenaikan dari 54,02 menjadi 74,16 atau sebesar 37,28%. Uji statistik mengonfirmasi adanya perbedaan nyata hasil belajar antara kedua kelompok. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan etnopedagogi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan berhasil mengintegrasikan nilai budaya lokal secara kontekstual dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga direkomendasikan sebagai inovasi pedagogis yang relevan.
Copyrights © 2026