Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tuturan Makna Bahasa “Ado Gawe” Dalam Kebiasaan Masyarakat di Palembang Vionnyka, Vionnyka; Berliani, Tiara; Namira, Engracia Abelta; Waluyati, Sri Artati; Camellia, Camellia
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pengunaan dan makna bahasa “ado gawe” yang sudah menjadi kebiasaan Masyarakat di Palembang namun sering kali maknanya masih ambigu saat pengunaanya. Subjek penelitian ini Mahasiswa/i dan Masyarakat di Palembang dan sekitarnya. Peneliti mengunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskan sesuatu yang dipelajari apa adanya, dan menarik sebuah kesimpulan dari fenomena yang dapat diamati melalui angka-angka dengan teknik pengumpulan data dengan kuisioner secara online. Hasil dari penelitian ini benar di akui bahwa bahasa “ado gawe” sebagai tuturan atau ujaran yang sering terdengar dalam berkomunikasi secara lisan ketika ditanya ingin kemana atau sedang apa kemudian dijawab “ado gawe”. Bahasa “ado gawe” disepakati memiliki makna sedang ada kesibukan meskipun sebenarnya tidak melakukan pekerjaan yang konkret (benar benar ada). Dan sering kali pengunaan bahasa “ado gawe” di gunakan orang palembang agar sedang tidak ingin ditanya terlalu mendetail tentang kegiatan atau yang akan di lakukannya. Bahasa “ado gawe” diakui sebagai kearifan lokal dari masyarakat palembang yang harus tetap dilestarikan sebagai keunikan dan keungulan masyarakat palembang.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN ETNOPEDAGOGI DALAM MENGINTEGRASIKAN BUDAYA LOKAL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Berliani, Tiara; Sari, Nila
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9392

Abstract

The low level of students' understanding of the diversity of Indonesian society due to the suboptimal integration of local culture in Pancasila Education subjects is the background to the urgency of this research. This study aims to evaluate the effectiveness of the ethnopedagogy approach as a strategy for integrating local culture in Pancasila Education learning. The research method uses a quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design, involving two seventh grade classes at SMP Negeri 18 Palembang as the experimental and control groups. The data collection process was carried out through pretest and posttest instruments whose validity and reliability were tested, then analyzed using prerequisite tests and the Mann–Whitney U Test hypothesis test. The results of the quantitative data analysis showed a significant increase, where the experimental class with the ethnopedagogy approach experienced an average increase in scores from 60.41 to 83.88 or 38.85%, higher than the control class using conventional methods with an increase from 54.02 to 74.16 or 37.28%. Statistical tests confirmed a significant difference in learning outcomes between the two groups. The main conclusion of this study confirms that the ethnopedagogical approach has proven effective in improving students' understanding and successfully integrating local cultural values ​​contextually in Pancasila Education learning, so it is recommended as a relevant pedagogical innovation. ABSTRAK Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap keberagaman masyarakat Indonesia akibat belum optimalnya pengintegrasian budaya lokal dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi latar belakang urgensi penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan etnopedagogi sebagai strategi pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design, melibatkan dua kelas VII di SMP Negeri 18 Palembang sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Proses pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pretest dan posttest yang teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis Mann–Whitney U Test. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan, di mana kelas eksperimen dengan pendekatan etnopedagogi mengalami kenaikan rata-rata nilai dari 60,41 menjadi 83,88 atau sebesar 38,85%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dengan kenaikan dari 54,02 menjadi 74,16 atau sebesar 37,28%. Uji statistik mengonfirmasi adanya perbedaan nyata hasil belajar antara kedua kelompok. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan etnopedagogi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan berhasil mengintegrasikan nilai budaya lokal secara kontekstual dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga direkomendasikan sebagai inovasi pedagogis yang relevan.
Respons Pertumbuhan Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula dan Asam Humat Pada Ultisol : Response of Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Growth to the Supply of of Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Humic Acid in Ultisols Berliani, Tiara; Lizawati, Lizawati; Handayani, Rajjitha; Kartika, Elis
Jurnal Silva Tropika Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.56417

Abstract

ABSTRACT Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) is a multipurpose forestry plant with great potential as a biodiesel source and construction timber. However, its cultivation is constrained by ultisol soil, which is acidic, nutrient-deficient, and high in aluminum toxicity. This study aimed to evaluate the effects of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) of the Glomus mosseae species and humic acid on the growth of nyamplung seedlings in ultisol soil. The research was conducted at the Forestry Education Center, Universitas Jambi, for 4 months. The experiment used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors: AMF dosage (0, 5, 10, and 15 g/polybag) and humic acid dosage (0, 10, 20, and 30 g/polybag). There were 16 treatment combinations with 3 replications (totaling 240 plants). Variates observed included height, diameter, leaf number, root length, shoot and root dry weight, shoot-root ratio, and root infection percentage. Data were analyzed using ANOVA followed by the LSD test ( ). The results showed a significant interaction between AMF and humic acid application on the growth of nyamplung seedlings in ultisol medium. Individually, the single factor application of 10 g/polybag AMF and 10 g/polybag humic acid constituted the best treatments, optimally increasing plant height and leaf number. The use of these soil conditioners is effective in improving nyamplung seedling performance in suboptimal land.   Keywords: AMF, Calophyllum inophyllum L., humic acid, ultisol   ABSTRAK Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) merupakan tanaman kehutanan multiguna potensial sebagai sumber biodiesel dan kayu konstruksi. Namun, budidayanya terkendala oleh media tanam tanah ultisol yang masam, miskin hara, dan tinggi toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) jenis Glomus mosseae dan asam humat terhadap pertumbuhan bibit nyamplung di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan di Forestry Education Center Universitas Jambi selama 4 bulan. Metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: dosis FMA (0, 5, 10, dan 15 g/polybag) dan dosis asam humat (0, 10, 20, dan 30 g/polybag). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan (total 240 tanaman). Variabel yang diamati meliputi tinggi, diameter, jumlah daun, panjang akar, bobot kering tajuk dan akar, rasio tajuk akar, serta persen infeksi akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT ( ). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara pemberian FMA dan asam humat terhadap pertumbuhan bibit nyamplung di media ultisol. Secara mandiri, aplikasi faktor tunggal FMA dosis 10 g/polybag serta asam humat dosis 10 g/polybag merupakan perlakuan terbaik yang mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun secara optimal. Penggunaan kombinasi pembenah tanah ini efektif memperbaiki performa bibit nyamplung pada lahan suboptimal.   Kata kunci: asam humat, Calophyllum inophyllum L., FMA, ultisol