Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merupakan sentra produksi susu sapi perah dengan hasil ±17.010 liter per hari. Namun, sebagian besar susu hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga murah, sehingga menimbulkan keterbatasan nilai tambah dan potensi kerugian akibat susu cepat basi. Salah satu upaya peningkatan nilai tambah adalah pengolahan susu menjadi keju. Proses fermentasi keju membutuhkan kestabilan suhu dalam rentang 20–25°C untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk. Dalam penelitian ini dikembangkan sistem penstabil suhu berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor DHT22, relay, dan LCD untuk pemantauan suhu secara real-time. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem dapat mengendalikan suhu sesuai batas yang ditentukan, dengan tingkat akurasi sensor cukup baik (error rata-rata 0,4–0,6 °C dibandingkan aplikasi HP). Sistem berhasil menyalakan dan mematikan penstabil suhu secara otomatis serta menampilkan data pada LCD dan platform IoT. Implementasi teknologi ini berpotensi membantu peternak dalam menjaga kualitas fermentasi keju, meningkatkan nilai tambah produk susu, dan memperkuat perekonomian lokal.
Copyrights © 2026