Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Susu Sapi Bernilai Tambah di Desa Nogosaren Nareswari, Andrea Keysa; Azkia, Naila Nur; Pramesti, Nadya Arum; Ningrum, Novita Kurnia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3103

Abstract

Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, memiliki potensi produksi susu sapi perah mencapai ±17.010 liter per hari. Namun, sebagian besar susu masih dijual secara mentah dengan harga rendah, sehingga nilai tambah bagi peternak kurang optimal dan sebagian susu berisiko terbuang. Program LALA (Pelatihan Pengolahan) dilaksanakan oleh tim PPK Ormawa HMTI untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah susu sapi menjadi berbagai produk turunan bernilai jual tinggi. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, praktik langsung pembuatan produk makanan dasar (keju, yoghurt, dan butter) serta produk olahan lanjutan ( brownies, risoles keju, kroket keju, martabak manis, puding yoghurt, yoghurt buah, makaroni skotel, butterscotch, roti tawar softmilk), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah susu sapi, yang ditunjukkan oleh antusiasme tinggi dan kemampuan membuat produk olahan sendiri dengan peralatan sederhana. Meningkatkan diversifikasi produk, mengurangi kemungkinan susu terbuang, dan membuka peluang bisnis baru adalah semua hasil nyata dari program ini. Oleh karena itu, pelatihan pengolahan susu sapi melalui Program LALA berhasil memberikan nilai tambah pada komoditas susu sapi di Desa Nogosaren.
Pemberdayaan Sosial Ekonomi Desa Nogosaren Melalui Pengembangan Produk Olahan Susu Sapi Taqi, Muhamad; Nabila, Isyeh Salma Bilqis; Saputra, Muhammad Alwi Nanda; Musyaffa, Muhammad Syihabuddin; Pramesti, Nadya Arum; Ningrum, Novita Kurnia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3104

Abstract

Desa Nogosaren memiliki potensi peternakan sapi perah dengan 189 peternak yang menghasilkan 17.010 liter susu per hari, namun 5.100 liter terbuang akibat keterbatasan daya serap KUD dan kurangnya diversifikasi produk olahan. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi produksi-pemasaran susu sapi, mengembangkan kapasitas masyarakat dalam diversifikasi produk olahan, dan menciptakan model pemberdayaan terintegrasi berbasis teknologi digital. Penelitian dilaksanakan Juli-Oktober 2025menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan purposive sampling melibatkan 36 peserta dari 12 kelompok wirausaha melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi komprehensif. Program GO-SMILE berhasil meningkatkan kapasitas diversifikasi produk keju, yogurt, dan butter dengan teknologi IoT, serta memperluas akses pasar melalui platform GO-SMILECommerce dan kolaborasi multipihak strategis. Model pemberdayaan terintegrasi berhasil menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan, perlu diperkuat melalui sistem monitoring komprehensif dan ekspansi kemitraan strategis untuk keberlanjutan jangka panjang.
Implementasi Pelatihan Pemasaran Berbasis Digital sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Nogosaren Setyawan, Aditya Rendy; Nugroho, Aulia Jilan; Qomariyah, Dania; Wicaksono, Aldo Anggara; Pramesti, Nadya Arum; Ningrum, Novita Kurnia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3105

Abstract

Era digitalisasi menuntut transformasi pemasaran produk pertanian dan peternakan di wilayah pedesaan untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Desa Nogosaren dengan potensi produksi susu sapi mencapai 17.010 liter per hari menghadapi permasalahan dalam pemasaran dan pengolahan produk yang optimal. Program GO-SMILE (Nogosaren Smart Milk Processing) diimplementasikan sebagai solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan pemasaran berbasis digital. Metode partisipatif dengan pendekatan andragogi diterapkan melibatkan 36 peserta dari berbagai kategori masyarakat selama kurun waktu 2025-2027. Program terdiri dari dua komponen utama yaitu LALA (pelatihan pengolahan produk) dan TISA (pelatihan pemasaran digital). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan digital marketing skills peserta dalam aspek manajemen konten dan penggunaan platform e-commerce. Dampak ekonomi yang positif tercapai dengan peningkatan pendapatan peserta dan perluasan jangkauan pasar dari lingkup desa ke tingkat regional. Program berhasil membentuk kader lokal dari karang taruna dan mencapai engagement rate 7,8% di Instagram. Implementasi pemasaran digital terbukti efektif meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa.
Sistem Penstabil Suhu Berbasis IoT dengan ESP32 dalam Proses Fermentasi Keju Cheddar di Desa Nogosaren Pratama, Ivan Putra; Akhyar, Muhammad Wildan; Prayogo, Sandi Yudha; Pramesti, Nadya Arum; Ningrum, Novita Kurnia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3106

Abstract

Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merupakan sentra produksi susu sapi perah dengan hasil ±17.010 liter per hari. Namun, sebagian besar susu hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga murah, sehingga menimbulkan keterbatasan nilai tambah dan potensi kerugian akibat susu cepat basi. Salah satu upaya peningkatan nilai tambah adalah pengolahan susu menjadi keju. Proses fermentasi keju membutuhkan kestabilan suhu dalam rentang 20–25°C untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk. Dalam penelitian ini dikembangkan sistem penstabil suhu berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor DHT22, relay, dan LCD untuk pemantauan suhu secara real-time. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem dapat mengendalikan suhu sesuai batas yang ditentukan, dengan tingkat akurasi sensor cukup baik (error rata-rata 0,4–0,6 °C dibandingkan aplikasi HP). Sistem berhasil menyalakan dan mematikan penstabil suhu secara otomatis serta menampilkan data pada LCD dan platform IoT. Implementasi teknologi ini berpotensi membantu peternak dalam menjaga kualitas fermentasi keju, meningkatkan nilai tambah produk susu, dan memperkuat perekonomian lokal.