Studi ini bertujuan untuk memetakan karakter tipologis perancangan spasial untuk lansia berbasis pendekatan biophilic di lingkungan kota yang padat. Studi ini merespon fenomena perlunya spasial untuk lansia, namun tetap dalam kontrol keluarga mereka di perkotaan. Lingkungan perkotaan sarat dengan kepadatan dan keterbatasan lahan, sedangkan spasial berbasis alam akan sangat mendukung proses menua bagi lansia secara ideal. Panti jompo konvensional untuk lansia kerap terjebak dalam tipologi institusional yang minim koneksi dengan alam dan ruang sosial yang bermakna. Studi ini menyajikan studi tipologis terhadap sepuluh preseden global panti jompo berbasis alam, dengan fokus pada transisi spasial dari taman horizontal menuju atrium vertikal sebagai respons terhadap keterbatasan lahan di kota padat. Melalui analisis komparatif terhadap geometri massa, struktur ruang, integrasi lanskap, dan hubungan ruang dalam-luar, studi ini mengidentifikasi pola tipologi yang mendukung prinsip desain biophilic. Temuan dari studi ini diusulkan dalam tiga gagasan utama. Atrium sebagai strategi alam dalam format vertikal, zonasi yang lebih mementingkan komunitas dibanding formalitas, serta arsitektur sebagai medium material, memori dan makna. Pada akhirnya, studi ini mencoba menyajikan arahan alternatif bagi perancangan spasial dengan konteks hunian lansia, dengan konteks kepadatan kota dan kedekatannya dengan keluarga.
Copyrights © 2025