JANE (Jurnal Administrasi Negara)
Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026

ANALISIS PELAKSANAAN PELATIHAN PAMONG INOVASI OLEH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI KOTA BANDUNG

Rahman, Maharani (Unknown)
Candradewini, Candradewini (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Feb 2026

Abstract

Inovasi menjadi tombak dalam pengembangan daerah, sehingga hadirlah pamong inovasi sebagai agen pengelola inovasi. Bapperida sebagai fasilitator dan akselerator inovasi daerah di Kota Bandung perlu melaksanakan pelatihan yang terstruktur untuk meningkatkan kapasitas dan memperdalam pengetahuan pamong inovasi. Namun didalam pelaksanaan pelatihan ditemukan beberapa permasalahan dan kendala, seperti materi yang masih bersifat konseptual dan belum dikembangkan dalam bentuk panduan praktis serta pelaksanaan yang menghadapi keterbatasan waktu. Sehingga peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui tahapan pelaksanaan pelatihan pamong inovasi yang dilakukan oleh Bapperida Kota Bandung Tahun 2025, menganalisisnya dengan menggunakan Addie Model yang dikemukakan oleh Dessler (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Metode yang digunakan melalui pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kepada pegawai dan beberapa pamong inovasi daerah Kota Bandung. Hasilnya ditemukan bahwa pelatihan pamong inovasi belum sepenuhnya dilaksanakan dengan tahapan pelaksanaan yang sistematis, dimana ditemukan bahwa tahap analisis identifikasi kebutuhan pamong berbasiskan hasil dan laporan IID tahun 2024, tidak dilaksanakannya pemberian tugas kepada peserta di akhir sesi pelatihan, tidak ada perbedaan materi berbasiskan kompetensi pamong inovasi, jadwal pelatihan yang bentrok dengan kalender Pemerintah Kota Bandung dan evaluasi pelatihan tidak dilaksanakan langsung setelah pelatihan.  Innovation is the spearhead of regional development, giving rise to innovation facilitators as agents of innovation management. Bapperida, as a facilitator and accelerator of regional innovation in the city of Bandung, needs to conduct structured training to improve the capacity and deepen the knowledge of innovation facilitators. However, several problems and obstacles were encountered during the training, such as the material being conceptual in nature and not yet developed into practical guidelines, as well as time constraints. Therefore, the researcher conducted this study with the aim of identifying the stages of the innovation officer training conducted by Bapperida Bandung City in 2025 and analyzing them using the Addie Model proposed by Dessler (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The method used was a qualitative approach by collecting data through interviews, observations, and documentation from employees and several regional innovation facilitators in Bandung City. The results found that innovation facilitator training has not been fully implemented with systematic implementation stages. It was found that the stage of analyzing the identification of facilitator needs based on the 2024 IID results and reports was not carried out, no assignments were given to participants at the end of the training session, there was no difference in material based on innovation facilitator competencies, the training schedule conflicted with the Bandung City Government calendar, and training evaluations were not carried out immediately after training. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jane

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

JANE (Jurnal Administrasi Negara) telah meninjau dan menilai praktik administrasi publik di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional yang diarahkan untuk mengelola proses pembangunan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini memberikan perhatian khusus pada penyelidikan ...