Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana simbol-simbol Islam direpresentasikan dalam film horor Indonesia kontemporer dan menganalisis konstruksi wacana Islam dan mistisisme lokal dalam narasi sinematik. Fokus penelitian diarahkan untuk mengeksplorasi bagaimana film horor berperan dalam proses negosiasi identitas keagamaan di Indonesia, khususnya dalam konteks budaya populer yang memadukan unsur-unsur agama dan tradisi lokal. Fenomena ini menunjukkan evolusi genre horor Indonesia yang semakin menekankan representasi Islam, melalui penggunaan doa perlindungan, tokoh-tokoh ustaz, dan ayat-ayat suci sebagai elemen naratif sekaligus solusi atas ancaman supranatural. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dan studi kasus Pengabdi Setan (2017), Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018), dan Kafir: Bersekulah dengan Setan (2018), penelitian ini mengeksplorasi konstruksi simbol-simbol Islam dalam narasi film. Hasilnya menunjukkan bahwa representasi Islam dalam film horor bersifat ambivalen: simbol-simbol agama dihadirkan sebagai sumber perlindungan tetapi tetap hidup berdampingan dengan kepercayaan mistis lokal. Temuan-temuan ini menunjukkan negosiasi identitas Islam dalam budaya populer Indonesia dan menggambarkan dinamika sosial, politik, dan keagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Studi ini berkontribusi pada wacana representasi agama dalam media dan budaya Indonesia modern.
Copyrights © 2025