Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pijakan utama Islam, mereka tidak pernah mempertanyakan otentisitasnya sejak dahulu. Namun sakralitas al Qur’an tersebut terus menerus digerogoti oleh kaum yang sering disebut kaum orientalis beserta para pengikutnya. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al Qur’an dengan berbagai cara. Sikap kritis pada setiap karya para orientalis, berkaitan dengan kajian Islam pada umumnya dan Al Qur’an khususnya, jelas sangat diperlukan dalam dunia akademis. Dengan kata lain, kritik yang sebaiknya diarahkan pada mereka bukan berdasarkan agama mereka bukan Islam, tetapi atas dasar semangat untuk mencari kebenaran Ilmiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perlakuan yang dapat diamati, sedangkan jenis penelitian dalam penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian studi kepustakaan (Library research) atau studi teks. Library research adalah yang mana data-datanya berbentuk dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan pemikiran Hamilton Alexander Roskeen Gibb tentang Al-Qur’an. Adapun kritik nya terhadap Al-Qur’an. Pertama Gibb memandang Al-Qur’an bukanlah sebagai kitab yang diwahyukan secara Ilahi, melainkan sebagai kitab ilham kemanusiaan yang dikeluarkan oleh Rasulullah, dikerjakan sendiri atau dengan bantuan orang lain, yang tidak jelas identitasnya. Kedua tentang kisah penghakiman terakhir (hari kiamat), menurut Gibb kisah tersebut sangat mirip dengan tulisan para bapak dan biarawan Kristen Siria. Ketiga terkait bahasa dan retorika yang digunakan Al-Qur’an bukanlah suatu hal yang dapat ditiru, bahkan orang Arab yang menguasai bahasa Arab tidak bisa membuat sama seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Keempat, Gibb mengkritik tentang penulisan Al-Qur’an, mulai dari tanda baca dan bacaan yang Nabi sampaikan tidak ada perubahan dengan Al-Qur’an pada dasarnya. Kelima, Gibb juga mengkritik terkait tentang lantunan Al-Qur’an yang menggunakan sebuah irama, seperti tilawah. Kritikan-kritikan yang ditujukan pada Al-Qur’an, memberikan ruang pada sarjana muslim untuk membantah dan mengkritisi gagasan para orientalis, tidak boleh terlalu percaya karena banyak juga orientalis yang bermaksud menghancurkan agama Islam
Copyrights © 2026