Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan berhitung di RA Bakti Pertiwi. Sebagian anak kelompok B, masih kesulitan memahami konsep berhitung. Hal ini disebabkan karena hanya sebatas metode yang masih menggunakan ceramah dan permainan berhitung yang kurang bervariasi, sebagian anak terkesan bosan dan kurang tertarik pada bidang aritmatika, sehingga sekolah menyediakan metode jarimatika sebagai solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung pada kelompok B di RA Bakti Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dengan desain penelitian PTK model Kemmis dan Taggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan/pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif jenis distribusi frekuensi, dengan mengukur tingkat keberhasilan dari setiap indikator dalam bentuk angka dan persentase, sesuai jumlah frekuensi yang diperoleh. Data kuantitatif dihitung menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk angka dan grafik persentase. Subjek penelitian ini adalah 10 anak yang terdiri dari lima anak perempuan dan lima anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus ke-I mencapai 40% pada kategori berkembang sesuai harapan dan siklus ke-II pada pertemuan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 80% atau delapan anak berkembang sangat baik. This study was motivated by the low numeracy skills observed among children at RA Bakti Pertiwi. Several Group B children still experienced difficulties in understanding basic numeracy concepts. This condition was attributed to learning methods that relied primarily on lectures and limited variations of counting games, which caused some children to appear bored and less interested in numeracy learning. Therefore, the school implemented the jarimatika method as a learning solution. This study aims to examine the improvement in numeracy skills of Group B children at RA Bakti Pertiwi. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and Taggart model, which consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation. Data analysis was conducted using descriptive statistical techniques in the form of frequency distributions by measuring the achievement level of each indicator in numerical values and percentages based on the observed frequencies. Quantitative data were calculated using percentage formulas and presented in numerical form and percentage graphs. The research subjects consisted of 10 children, including five girls and five boys. The results indicated that in Cycle I, 40% of the children were categorized as developing as expected. In Cycle II, particularly at the final meeting, a significant improvement was observed, with 80% of the children (eight children) achieving the developing very well category. These findings demonstrate that the jarimatika method effectively improves numeracy skills in early childhood.
Copyrights © 2026