Menanamkan nilai-nilai disiplin pada anak sejak dini sangat penting, karena hal ini akan membantu anak mengurangi ketergantungan terhadap orang lain. Dengan begitu terlihat dari sifat disiplin anak kelompok A di RA Ar-Rahmi yang belum matang sesuai harapan yang diinginkan menjadi landasan penelitian ini, dikarenakan anak belum mampu membentuk kebiasaan disiplin, terutama dalam kegiatan beribadah. Dengan melakukan pembiasaan salat duha berjamaah yang diterapkan untuk meningkatkan karakter disiplin anak, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter disiplin anak melalui pembiasaan salat duha berjamaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara, dokumentasi dan observasi secara langsung. Penelitian ini dilakukan selama enam kali pertemuan, dengan jumlah anak sebanyak 10 orang anak yang terdiri dari lima anak laki-laki dan lima anak perempuan. Analisis data melalui reduksi data, display data, kemudian menarik kesimpulan. Pada pertemuan awal terlihat bahwasannya anak mulai berkembang, beda hal nya setelah dilakukannya pertemuan sebanyak enam kali pertemuan, hasilnya sangat baik dan menujukkan adanya peningkatan karakter disiplin sebanyak sembilan anak berkembang sangat baik dan satu anak berkembang sesuai harapan dengan indikator: 1) mentaati aturan salat; 2) Merapihkan Saf Salat; 3) Melakukan gerakan salat dari awal sampai akhir; dan yang ke 4) Merapihkan kembali alat salat. Instilling discipline values in children from an early age is essential, as it helps children develop independence and reduce their dependence on others. However, observations at RA Ar-Rahmi revealed that the discipline of Group A children had not yet reached the expected level of maturity. This condition forms the basis of the present study, as children had not fully developed disciplined habits, particularly in worship activities. By implementing the habit of performing congregational Duha prayer, this study aims to improve children’s disciplined character. The research employed a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, documentation, and direct observation. The study was conducted over six meetings and involved 10 children, consisting of five boys and five girls. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicated that at the initial meeting, children’s disciplined character was categorized as beginning to develop. After six meetings, the results showed a significant improvement, with nine children categorized as developing very well and one child developing as expected. The indicators of disciplined character included (1) obeying prayer rules, (2) arranging prayer rows neatly, (3) performing prayer movements from beginning to end, and (4) tidying up prayer equipment.
Copyrights © 2026