Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterampilan public speaking bagi mahasiswa politeknik dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan mahasiswa Politeknik Unisma Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran kuesioner dengan skala Likert lima tingkat, serta wawancara sebagai upaya triangulasi data. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya keterampilan public speaking. Namun demikian, pengalaman berbicara di depan umum yang dimiliki mahasiswa sebelum memasuki perguruan tinggi berada pada tingkat yang belum optimal, sehingga menunjukkan keterbatasan pembekalan public speaking pada jenjang pendidikan sebelumnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan keterampilan public speaking meliputi dukungan institusi, seperti peran dosen dan lingkungan pembelajaran, serta faktor penghambat internal, antara lain rasa gugup, kurang percaya diri, dan keterbatasan akses terhadap pelatihan public speaking yang terstruktur. Temuan kuesioner yang diperkuat oleh hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa mahasiswa pada tahap awal belum memiliki keterampilan public speaking yang memadai. Namun, setelah memperoleh pelatihan dan pemahaman mengenai public speaking, mahasiswa menunjukkan peningkatan pada aspek kepercayaan diri, penggunaan komunikasi nonverbal, serta kemampuan berinteraksi dengan audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterampilan public speaking merupakan kemampuan yang dapat dikembangkan dan berperan penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa politeknik dalam memasuki dunia kerja. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran dan kurikulum berbasis keterampilan public speaking dalam pendidikan vokasi.
Copyrights © 2026