“Eldest Daughter” karya Taylor Swift serta mengungkap makna sosial dan emosional yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks sastra, yang berfokus pada penafsiran makna lirik melalui teori representasi dan konteks sosial-budaya, khususnya terkait konstruksi gender dan fenomena Eldest Daughter Syndrome. Data penelitian berupa teks lirik lagu “Eldest Daughter” yang dianalisis melalui teknik baca dan catat, kemudian diinterpretasikan secara tematik berdasarkan unsur diksi, metafora, dan narasi lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Eldest Daughter” merepresentasikan anak perempuan pertama sebagai figur yang dibebani tanggung jawab emosional, dituntut untuk selalu kuat, serta berperan sebagai penopang keluarga, yang sering kali mengorbankan kebutuhan dan identitas personalnya. Representasi tersebut juga menampilkan konflik batin antara tuntutan sosial dan keinginan akan kehidupan yang bebas dan autentik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa lagu “Eldest Daughter” tidak hanya merefleksikan pengalaman personal Taylor Swift, tetapi juga merepresentasikan pengalaman kolektif banyak perempuan sebagai anak sulung, sekaligus menjadi kritik terhadap konstruksi sosial yang menormalisasi beban berlebih pada anak perempuan pertama dalam keluarga.
Copyrights © 2025