A 5.6 magnitude earthquake that struck Cianjur Regency on 21 November 2022 caused massive damage across 16 affected areas, resulting in thousands of casualties and severe infrastructure destruction that disrupted logistics access. A major post disaster issue was the accumulation of aid supplies at the West Java BPBD warehouse due to poor coordination, unstructured delivery schedules, and damaged road conditions. This study aims to simulate the distribution of logistics aid to 16 affected sub districts, including Cugenang, Pacet, and Warungkondang, in order to optimize distribution flow and minimize delays. The research applies a dynamic simulation modeling approach using AnyLogic software to visualize various delivery scenarios. Five different scenarios were tested by varying the number of vehicles, specifically trucks, and supporting distribution equipment, such as handcarts, while considering road conditions. The simulation results indicate that the first four scenarios failed to meet daily shelter demand effectively due to limited capacity and infrastructure constraints. The fifth scenario, which combines the use of four West Java BPBD trucks with a capacity of 80 tons and seven handcarts with a capacity of 10 tons, proved to be the most effective solution. This scenario achieved a total aid distribution of 83,994 tons and significantly reduced bottlenecks at the central warehouse. The study concludes that proper fleet allocation and adaptive distribution tools are critical to ensure timely and demand based aid delivery, thereby improving the efficiency of disaster logistics management in future emergency responses. Keywords: Simulation, Disaster Logistics, Cianjur Earthquake, AnyLogic, Aid Distribution. Abstrak Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 mengakibatkan kerusakan masif di 16 wilayah terdampak, termasuk ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang menghambat akses logistik. Kendala utama yang muncul pasca-bencana adalah terjadinya penumpukan bantuan di gudang BPBD Jawa Barat (bottleneck) akibat kurangnya koordinasi, jadwal pengiriman yang tidak terorganisir, serta tantangan geografis berupa jalan rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menyimulasikan distribusi bantuan logistik di 16 kecamatan terdampak, seperti Cugenang, Pacet, dan Warungkondang, guna mengoptimalkan alur distribusi dan meminimalisir keterlambatan. Metodologi yang digunakan adalah pemodelan simulasi dinamis dengan bantuan perangkat lunak AnyLogic untuk memvisualisasikan berbagai skenario pengiriman. Penelitian ini menguji lima skenario berbeda dengan memvariasikan jumlah armada (truk) dan alat bantu distribusi (kereta dorong) serta mempertimbangkan kondisi jalan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario pertama hingga keempat belum mampu memenuhi kebutuhan harian posko secara optimal karena keterbatasan kapasitas dan kendala infrastruktur. Skenario kelima, yang mengombinasikan penggunaan 4 truk BPBD Jabar berkapasitas 80 ton dengan 7 kereta dorong berkapasitas 10 ton, terbukti menjadi solusi terbaik. Skenario ini menghasilkan total distribusi bantuan sebesar 83.994 ton dan efektif mengurangi penumpukan barang di gudang pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan armada yang tepat dan penggunaan alat bantu distribusi yang adaptif terhadap kondisi lapangan sangat krusial untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu dan sesuai kebutuhan pengungsi, sehingga meningkatkan efisiensi manajemen logistik kebencanaan di masa depan. Kata Kunci: Simulasi, Logistik Kebencanaan, Gempa Cianjur, AnyLogic, Distribusi Bantuan.
Copyrights © 2026