Pembelajaran kaidah kebahasaan di kelas II sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa materi yang bersifat abstrak, keterbatasan media pembelajaran, serta perbedaan gaya belajar peserta didik yang berdampak pada rendahnya fokus dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pembelajaran, konteks penggunaan model pembelajaran, serta kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran berbasis flipbook interaktif yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas II dan 35 siswa kelas II SD Negeri 1 Gulang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran kaidah kebahasaan masih didominasi metode ceramah dan media visual satu arah yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa secara optimal, meskipun siswa memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi dan kesiapan literasi digital yang baik. Guru dan siswa sama-sama membutuhkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, visual, serta mampu mendukung tahapan pemecahan masalah dalam model PBL. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis flipbook interaktif yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning berpotensi menjadi solusi yang relevan untuk meningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan kualitas pembelajaran kaidah kebahasaan di sekolah dasar.
Copyrights © 2026