Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Desa Pringgarata memiliki prevalensi stunting sebesar 6,48% (43 balita), angka tertinggi di Kabupaten Pringgarata. Faktor lingkungan, termasuk kebersihan pribadi ibu dan paparan asap rokok dari ayah perokok, diduga berkontribusi terhadap kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kebersihan pribadi ibu dan ayah (kebiasaan merokok) dengan tingkat stunting pada balita di Desa Pringgarata, Kabupaten Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting berusia 12–59 bulan di Desa Pringgarata (43 balita), menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi disampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai kebersihan pribadi ibu (kebiasaan mencuci tangan) dan perilaku merokok ayah, serta pengukuran antropometri untuk menentukan tingkat stunting. Analisis data menggunakan uji chi-square/Fisher Exact Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara personal hygiene ibu (kebiasaan mencuci tangan), dengan kejadian stunting (p=0,037), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara, perilaku merokok ayah dengan derajat stunting (p=1,000). Sebagian besar balita stunting berasal dari lingkungan dimana, ibu dengan perilaku hygiene yang kurang baik dan balita yang tidak terpapar asap rokok secara langsung. Kesimpulan: Bahwa ayah perokok, tidak menjadi penyebab utama terjadinya stunting dan personal hygiene ibu, berperan dalam meningkatkan resiko terjadinya stunting, sehingga perlu pencegahan serta intervensi dalam mempertimbangkan pendekatan sosial dan edukatif keluarga balita.
Copyrights © 2025