Latar Belakang: Masa emerging adulthood merupakan fase perkembangan yang dialami individu pada usia 18-29 tahun, ditandai dengan periode eksplorasi diri dan kemandirian. Pada fase ini, individu sering mengalami quarter life crisis, yaitu kondisi ketidakstabilan emosi yang ditandai dengan kecemasan dan perasaan putus asa dalam menghadapi berbagai pilihan hidup. Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis karena adanya tuntutan untuk mempersiapkan diri dalam transisi menuju studi lanjut dan dunia kerja. Dukungan sosial teman sebaya diperlukan dalam menghadapi quarter life crisis karena dapat memberikan perasaan saling mengerti, dan simpati yang membantu mahasiswa merasa lebih diperhatikan, dihargai, dan percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 mahasiswa tingkat akhir dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan Quarter Life Crisis. Teknik Analisa data menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki dukungan sosial teman sebaya pada kategori sedang (36,1%) dan quarter life crisis mayoritas pada kategori sedang (41,2%). Hasil analisis Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,001 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,717. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta.
Copyrights © 2025