Industri otomotif memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, sektor otomotif menghadapi berbagai tantangan, seperti penurunan penjualan kendaraan yang terjadi pada tahun 2019 dan fluktuasi harga saham yang signifikan. Dalam penelitian ini, metode analisis fundamental dengan pendekatan kuantitatif digunakan, dan Eviews 12 dimanfaatkan sebagai alat analisis. Variabel independen yang diteliti meliputi Return on equity (ROE), Current ratio (CR), Debt to equity ratio (DER), dan Total asset turnover (TATO), sementara 7 Sampel Perusahaan dengan harga saham perusahaan sub sektor otomotif di BEI dijadikan sebagai variabel dependen. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan dan data historis harga saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Di sisi lain, CR dan DER tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, TATO memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hal ini mengindikasikan bahwa Implikasikan peningkatan ROE dalam periode ini tidak serta-merta berbanding lurus dengan kenaikan harga saham, CR dan DER yang berarti bahwa tingkat likuiditas dan struktur modal perusahaan bukanlah faktor utama yang memengaruhi keputusan investor dalam membeli saham perusahaan otomotif. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting TATO yang menunjukkan bahwa efisiensi dalam penggunaan aset untuk menghasilkan penjualan sangat berkontribusi terhadap peningkatan harga saham bagi investor, manajemen perusahaan, dan regulator pasar modal. Investor dapat mempertimbangkan efisiensi penggunaan aset sebagai salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi di sektor otomotif
Copyrights © 2026