Diabetes melitus tipe 2 menunjukkan peningkatan prevalensi yang konsisten di tingkat nasional maupun global, yang menuntut pemantauan serta manajemen jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius. Faktor eksternal merupakan salah satu yang berperan penting dalam keberhasilan pengelolaan penyakit ini adalah dukungan keluarga, yang berkontribusi terhadap perilaku pengelolaan diri (self-management) seperti kepatuhan diet, aktivitas fisik, dan kontrol gula darah. Dengan tujuan menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan manajemen diabetes melitus tipe dua, observasi ini menerapkan desain kuantitatif bersama pendekatan cross sectional. Subjek penelitian merupakan pasien diabetes melitus tipe dua yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan primer dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner HDFSS atau hensarling diabetes family support scale dan alat ukur indikator manajemen diabetes termasuk kepatuhan pengobatan serta kontrol kadar gula darah. Analisis data dilakukan dengan uji statistik bivariat untuk mengetahui korelasi antar variabel. Berlandaskan hasil temuan memperlihatkan terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan manajemen diabetes tipe 2 termasuk self-management dan kontrol kadar gula darah, sejalan dengan temuan penelitian lokal yang memperlihatkan dukungan keluarga memiliki korelasi bermakna dengan self-management pasien diabetes tipe 2 (p < 0,05) dan memengaruhi tingkat kepatuhan pasien dalam pengelolaan penyakitnya. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendekatan holistik pengendalian diabetes serta menjadi referensi klinis untuk strategi intervensi berbasis keluarga dalam praktik kesehatan primer.
Copyrights © 2026