Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peredaran Obat Ilegal Dan Berbahaya Di Sumatera Barat: Peran PemerintahDan Tanggung Jawab Sosial Masyarakat Dzakiyyatul Iffah Fushshilatullah; dinda assyifa cahya assaumi; Faqihatunnisa Adinda Karin; Fathiya Reina Maulidia; Sugiartiningsih Sugiartiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peredaran obat ilegal dan berbahaya merupakan permasalahan serius yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan ketertiban hukum di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Obat ilegal yang beredar tanpa izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sering kali tidak memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi peredaran obat ilegal dan berbahaya di Sumatera Barat, mengkaji peran pemerintah terutama BPOM dan instansi terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya, serta menelaah tingkat kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat sebagai warga negara. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah menetapkan regulasi yang tegas dan melakukan pengawasan serta penindakan hukum, peredaran obat ilegal masih terus terjadi akibat lemahnya pengawasan distribusi, keterbatasan sumber daya aparat, dan rendahnya literasi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penanggulangan peredaran obat ilegal tidak hanya memerlukan penegakan hukum yang kuat, tetapi juga peningkatan kesadaran kewarganegaraan dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan, pelaporan, serta penggunaan obat secara rasional. Sinergi antara peran pemerintah dan tanggung jawab sosial masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan publik dan menjamin hak masyarakat atas obat yang aman dan bermutu.
Creation of a Family Medicinal Plant Garden in the Community Service Program in Badama Region, Cimalaka Village, Sumedang Muhammad Panji Abdurrahman; Nesywa Nur Aini; Hanadia Rahmani Gania Putri; Fathiya Reina Maulidia; Mochamad Bintang; Hawa Aufa; Imel Aura Agustin; Habib Khirzin Al Mahdaly; Halimah, Nur; Nopiyanti Rahmawati; Nelis Hernahadini
Journal of Community Service Vol 7 No 2 (2025): JCS, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v7i2.363

Abstract

TOGA (Family Medicinal Plant) is a plant that is efficacious and is used to meet family needs for medicines. This TOGA aims to meet the community's needs for plant-derived drugs, thereby building health as a catalyst for community empowerment activities. The implementation of this service was carried out in Badama hamlet with the Real Work Lecture (KKN) scheme, to increase the community's understanding of the benefits of TOGA. In general, the people of Badama Hamlet work as farmers. In addition, this village has the potential for land development, including the cultivation of medicinal plants. The methods employed in the implementation of the service include socialization, the collection of medicinal plants, and the creation of a TOGA garden. The result of this activity is a TOGA garden that the community can use for medicinal needs.