Anemia tetap menjadi faktor tidak langsung utama yang berkontribusi terhadap kematian ibu selama kehamilan di Indonesia, dengan prevalensi meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Kabupaten Aceh Utara melaporkan 20,6% kasus anemia ringan pada tahun 2024. Meskipun program suplementasi zat besi, kepatuhan tetap rendah, berpotensi karena pengetahuan yang tidak memadai. Studi cross-sectional ini meneliti hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dan kepatuhan konsumsi tablet zat besi di Puskesmas Nisam, Kecamatan Aceh Utara. Empat puluh dua wanita hamil direkrut melalui pengambilan sampel yang tidak disengaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan 42,9% memiliki pengetahuan yang buruk dan 52,4% tidak mematuhi suplementasi zat besi. Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p = 0,001). Wanita hamil dengan pengetahuan yang lebih baik menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi dalam mengonsumsi tablet zat besi. Pendidikan kesehatan selama perawatan antenatal harus diintensifkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan anemia dan meningkatkan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi.
Copyrights © 2026