Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KADAR WASIAT (STUDI KOMPARATIF ANTARA IMAM MALIK DAN HUKUM KEWARISAN DALAM ISLAM) Jasmiati Jasmiati
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.26 KB) | DOI: 10.55403/hukumah.v2i2.150

Abstract

ABSTRACTThis research is written based on the background of Islamic inheritance law which is quoted from the opinion of the scholars of the such as Abu Hanifah, Syafi’i, Hambali, the servant who argues that the testament is valid only within the limit of 1/3 of the inheritance, when there are heirs, if more than 1/3 of property, it requires the permission of all the heirs. If all of them allow, then the will is valid. While Imam Malik argued that it is not allowed to inherit property beyond the maximum limit of the testament, which is 1/3 property, whether there is permission from the heirs or not.
PEMIKIRAN IBN HAZM TENTANG HUKUM MENGGANTI HEWAN AQIQAH DENGAN SELAIN KAMBING Jasmiati Jasmiati
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hukumah.v5i1.326

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini ditulis berdasarkan latar belakang Pendapat para Fuqoha: beraqiqah dengan selain kambing ini diperbolehkan, asqiqah yang diperbolehkan ialah hewan yang dibolehkan dalam kurban, seperti unta, sapi dan kambing kacang atau domba. Ibnu Hazm berpendapat bahwa tidaklah sah aqiqah melainkan dengan apa-apa yang dinamakan dengan kambing, baik itu jenis kambing benggala atau kambing biasa, dan tidaklah cukup hal ini dengan selain yang telah kami sebutkan, tidak pula jenis unta, tidak pula sapi, dan tidak pula lainnya. 
SUAMI YANG MELALAIKAN NAFKAH KELUARGA DI DESA SUKA MAJU KECAMATAN TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Jasmiati Jasmiati
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hukumah.v5i2.378

Abstract

Penelitian ini ditulis berdasarkan latar belakang suatu kewajiban suami terhadap istrinyaadalah memberikan nafkah kepada keluarganya, mulai dari perintah kepada suami untukmenafkahi keluarga sesuai dengan kemampuannya. Kewajiban yang harus dipenuhi olehsuami adalah bertanggung jawab sepenuhnya memenuhi kebutuhan keluarga. Namun realitadi suatu daerah masyarakat muslim terdapat suami yang masih melalaikan kewajibannyasebagai suami dalam menafkahi keluarganya, seperti kasus perkawinan yang terjadi di DesaSuka Maju Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Peristiwa ini terjadi pada tahun2021.
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN EKSTRAK BIT MERAH (Beta vulgaris L) PADA TIKUS Rattus norvegicus BUNTING ANEMIA Dewita Dewita; Nova Sumaini Prihatin; Jasmiati Jasmiati
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v9i1.1182

Abstract

Anemia is a major community health problem and is often found in communities and countries, especially in developing countries including Egypt and Saudi Arabia. norvegicus anemia. The study design was a pure experimental design with a pre-posttest control group design on 30 pregnant Rattus norvegicus white rats which were divided into 5 treatment groups randomly. There were 5 treatment groups, namely the negative control group, the positive control group was only induced into 5 treatment groups randomly. There were 5 treatment groups, namely the negative control group, the positive control was only induced, treatment I was induced by phenylhydrazine, treatment I was induced by phenylhydrazine with a dose of 0.04 mg/kg/BW + Red beet extract 150 mg/KgBW, treatment II was induced by phenylhydrazine. with a dose of 0.04 mg/kg/BW + red beet extract 300 mg/KgBW and treatment III was induced by phenylhydrazine at a dose of 0.04 mg/kg/BW + red beet extract was given 450 mg/KgBW. Samples were selected according to inclusion criteria, namely pregnant female white rats, female, 2-3 months old, body weight 120-200 grams, healthy and not anatomically deformed. Analysis of the data used is one-way ANOVA. there was a significant difference between data on hemoglobin levels of pregnant rats before and after treatment in the negative control group, treatment I and treatment II with p value <0.05. Giving red beet extract to pregnant rats with anemia can increase hemoglobin levels.
HUBUNGAN SIKAP IBU DAN KONSELING IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR DENGAN PRILAKU MENCARI PERTOLONGAN PADA FASILITAS KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA Elizar Elizar; Jasmiati Jasmiati; Hendrika WK Putri; Nova Sumaini Prihatin
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.410

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi dan balita di dunia masih menjadi masalah kesehatan utama masalah yang harus segera diselesaikan. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pada tahun 2019, 47% dari semua kematian balita terjadi pada periode bayi baru lahir dengan sekitar sepertiga meninggal pada hari kelahiran dan hampir tiga perempat meninggal dalam minggu pertama kehidupan dan di Indonesia terdapat 60 kematian per 1000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah salah satunya adalah program MTBS sebagai pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan pelayanan kesehatan dasar dengan peningkatan kualitas tata laksana secara terpadu. Namun terlepas dari ketersediaan intervensi di fasilitas kesehatan, pencarian perawatan yang tidak memadai masih dilaporkan untuk penyakit neonatal dan bayi baru lahir.Metode: Jenis penelitian ini studi cross-sectional berbasis komunitas yang dilakukan pada ibu/pengasuh yang memiliki bayi berumur kurang dari 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara Total sampling yaitu semua ibu nifas yang di temui pada bulan Oktober sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berjumlah 76 ibu nifas.Hasil: Dari analisis bivariate menunjukkan keseluruhan variable independent yaitu sikap nilai p-value 0,001 dan konseling pada ibu nifas nilai p-value 0,015 dengan prilaku ibu mencari pertolongan pada anak yang sakit di fasilitas kesehatan menunjukkan hubungan yang significan karena nilai p-value kurang dari 0.05.Kesimpulan: Terdapat hubungan. sikap ibu dan konseling pnc tentang tanda bahaya bayi baru lahir dengan prilaku mencari pertolongan pada fasilitas kesehatan
KETETAPAN JUMLAH HEWAN AQIQAH MENURUT IMAM MALIK Jasmiati Jasmiati
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hukumah.v6i1.485

Abstract

Penelitian ini ditulis berdasarkan latar belakang Pendapat para Fuqoha:yang mana dalam halini mazhab Syafi‟i dan Hambali berpendapat bahwa jumlah hewan aqiqah bagi bayi laki-lakiadalah dua ekor kambing dan bagi bayi perempuan adalah satu ekor kambing. Imam Malikberpendapat bahwa jumlah hewan aqiqah bagi bayi laki-laki adalah satu ekor kambing danbagi bayi perempuan adalah satu ekor kambing.
HUBUNGAN SIKAP IBU DAN KONSELING IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR DENGAN PRILAKU MENCARI PERTOLONGAN PADA FASILITAS KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA Elizar Elizar; Jasmiati Jasmiati; Hendrika WK Putri; Nova Sumaini Prihatin
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.410

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi dan balita di dunia masih menjadi masalah kesehatan utama masalah yang harus segera diselesaikan. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pada tahun 2019, 47% dari semua kematian balita terjadi pada periode bayi baru lahir dengan sekitar sepertiga meninggal pada hari kelahiran dan hampir tiga perempat meninggal dalam minggu pertama kehidupan dan di Indonesia terdapat 60 kematian per 1000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah salah satunya adalah program MTBS sebagai pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan pelayanan kesehatan dasar dengan peningkatan kualitas tata laksana secara terpadu. Namun terlepas dari ketersediaan intervensi di fasilitas kesehatan, pencarian perawatan yang tidak memadai masih dilaporkan untuk penyakit neonatal dan bayi baru lahir.Metode: Jenis penelitian ini studi cross-sectional berbasis komunitas yang dilakukan pada ibu/pengasuh yang memiliki bayi berumur kurang dari 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara Total sampling yaitu semua ibu nifas yang di temui pada bulan Oktober sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berjumlah 76 ibu nifas.Hasil: Dari analisis bivariate menunjukkan keseluruhan variable independent yaitu sikap nilai p-value 0,001 dan konseling pada ibu nifas nilai p-value 0,015 dengan prilaku ibu mencari pertolongan pada anak yang sakit di fasilitas kesehatan menunjukkan hubungan yang significan karena nilai p-value kurang dari 0.05.Kesimpulan: Terdapat hubungan. sikap ibu dan konseling pnc tentang tanda bahaya bayi baru lahir dengan prilaku mencari pertolongan pada fasilitas kesehatan
Edukasi Ibu Hamil Trimester III tentang Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir di Desa Matang Puntong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara Elizar Elizar; Jasmiati Jasmiati; Hendrika Wijaya Kartini Putri; Nova Sumaini Prihatin
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 3 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i3.543

Abstract

The neonatal period is the most critical period for the survival of a child. Based on data from the Central Statistics Agency (BPS), infant mortality under five years old in Indonesia reached 28,158 in 2020, while in Aceh in 2020 it was 8 per 1,000 live births with 792 cases of neonatal deaths and 49 cases originating from North Aceh. , with the most causes being pneumonia, namely 30 cases followed by diarrhea with 14 cases. Based on previous research, it was stated that the majority of mothers chose to take action/medication themselves when their children were sick, with the majority choosing to take them to health care facilities. The problem-solving method used in community service activities in Matang Puntong Village, Samudera Subdistrict, North Aceh Regency is to educate through presentations about danger signs for newborns and distributing leaflets and posters containing danger signs for newborns. The entire target audience, namely pregnant women in their third trimester, totaling 11 people attended the activity and there was an increase in the knowledge of the target audience for community service. It can be seen that in the pretest evaluation before participating in counseling activities 9% were in the good category and the post test evaluation score was 91% in the good category. It is important for health workers to continue to provide information about danger signs in newborns as an effort to increase mothers' knowledge so that they can immediately take action on the conditions that occur in their babies
Edukasi tentang Pelaksanaan Senam Hamil Trimester III di Desa Langa Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Elizar Elizar; Jasmiati Jasmiati; Hendrika W.K. Putri; Lisni Lisni
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i2.352

Abstract

Pregnancy exercise is a fitness program for pregnant women. Therefore, pregnancy exercise has a special movement principle that is adapted to the condition of pregnant women. Pregnancy exercise is very important for pregnant women 22 weeks after pregnancy so that it can reduce the incidence of low birth weight and premature birth. The purpose of pregnancy exercise is to maintain the condition of the muscles and joints that play a role in the birth mechanism, improve physical health and self-confidence, and support childbirth and the mother's physiological response. The problem-solving method used is educating through presentations on pregnancy exercise, demonstrating and redemo- ting pregnancy exercise movements, and distributing pamphlets containing the physical activities of pregnant women and their benefits. At the time of conducting community service activities the participants who attended were 3rd trimester pregnant women, 1 Village Midwife, 1 cadre. The pretest value of the knowledge of the target audience before participating in the counseling activity was in the good category only 25% but after attending the counseling their knowledge increased to good, namely 87.5% and had good skills (75%) in doing pregnancy exercise. Participants were enthusiastic about the education delivered, none of the participants left the counseling center and took part in the pregnancy exercise red demonstration. This proves that the participants paid attention to the counseling and demonstration materials presented. Pregnancy exercise education is very important for mothers considering the benefits for pregnant women to improve health and well-being.