Perkembangan rekayasa teknologi semakin maju disegala bidang, salah satunya yaitu perkembangan teknologi beton. Hal ini karena beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan. Beton merupakan bahan campuran antara semen, agregat kasar, agregat halus, airĀ dengan atau tanpa bahan tambahan (admixture). Dalam penelitian ini peneliti mencoba eksperimen dengan menggunakan bahan tambah fly ash dan sika untuk campuran beton. Dengan memanfaatkan ampas batu bara yang sangat menumpuk yaitu fly ash. Fly ash adalah limbah industri yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan terdiri dari partikel halus. Sikacim Concrete Additive berfungsi menambah kekuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fly ash terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen pengamatan secara langsung di laboratorium untuk mendapatkan data. Menganalisis dan observasi menggunakan metode statistik dengan menggunakan metode uji Anova Single Factor dan dihitung menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil penelitian beton segar dan beton normal dengan umur beton 28 hari mendapatkan kuat tekan tertinggi dengan nilai 18,19 MPa pada komposisi dengan proporsi fly ash 15% dan sika 3% dari kuat tekan beton normal dengan nilai 17,1 MPa. Dan nilai modulus elastisitas tertinggi 20430.3 MPa pada komposisi dengan proporsi fly ash 15% dan sika 3% dari nilai modulus elastisitas beton normal dengan nilai 19306.3 MPa.
Copyrights © 2025