Asma merupakan penyakit dengan karakteristik heterogen yang ditandai dengan inflamasi kronis saluran pernapasan, disertai gejala seperti mengi, sesak napas, nyeri dada, dan batuk dengan intensitas serta frekuensi yang bervariasi, serta adanya obstruksi aliran udara saat ekspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kambuhnya pasien asma di Puskesmas Arjasa Kangean. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 63 pasien asma yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan aplikasi Statistical Packages for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan, dengan analisis data uji Chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,555 (p0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat aktivitas fisik tidak memiliki hubungan dengan kambuhnya pasien asma di Puskesmas Arjasa Kangean.
Copyrights © 2026