Cakupan imunisasi yang rendah di Jawa Tengah (2024) mencapai 72,70% menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap pada bayi. Bahkan Puskesmas Godong 1 mencapai 110,6% pada tahun 2023, namun angka tersebut tidak mutlak karena 50% peserta mengikuti jadwal imunisasi susulan. Survei pendahuluan yang menunjukkan imunisasi dasar lengkap bulan Juni 2024 hanya sebesar 26-27%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan melengkapi imunisasi dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun pada bulan Mei 2025 dengan jumlah sampel 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat disajikan dalam bentuk persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai p 0,05. Hasilnya menunjukkan tingkat pendidikan yang tinggi (55,6%), pengetahuan yang baik (62,2%), kesadaran sosial budaya yang baik (64,4%), dan keterlambatan imunisasi (44,4%). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran sosial budaya dengan keterlambatan penyelesaian imunisasi dasar pada anak usia 2 tahun. Diharapkan hal ini akan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang imunisasi dasar yang lengkap.
Copyrights © 2026