Cedera kepala merupakan masalah signifikan di instalasi gawat darurat, dengan klasifikasi berdasarkan Glasgow Coma Scale. Cedera kepala sedang (GCS 9–13) berisiko tinggi menyebabkan komplikasi. Pemahaman manifestasi klinis dan tatalaksana awal diperlukan untuk mencegah kecacatan dan kematian, terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai manifestasi klinis dan rencana tatalaksana awal pada pasien cedera kepala sedang di instalasi gawat darurat sebagai pedoman untuk tenaga kesehatan yang bertugas di instalasi gawat darurat. Penelitian ini dilakukan dengan desain narrative review dengan menggunakan pendekatan literature review. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari database PubMed, ScienceDirect, Cochrane, Scopus, dan Garuda. Pencarian dan seleksi awal arikel dilakukan menggunakan metode PRISMA. Sebanyak 472 artikel yang lolos seleksi awal berdasarkan judul dan abstrak selanjutnya dievaluasi kelayakannya menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Proses penelusuran literatur melalui lima database menghasilkan enam artikel yang layak ditelaah. Berdasarkan hasil telaah artikel, didapatkan bahwa primary dan secondary survey wajib dilakukan pada pasien cedera kepala sedang, posisi head-up yang paling optimal adalah 30°, pemberian cairan yang paling tepat adalah cairan normal saline, serta antibiotik profilaksis yang paling efektif adalah doxycycline.
Copyrights © 2026